Cinta, menyerahkan diri sebagai pedang.
Untuk menjagamu dari musuh,
Dari kebencian !!!
Mengancamnya dengan ancaman.
Yang sungguh-sungguh.
Tapi, sebagaimana dia bisa membunuh musuh,
Dia juga bisa menikam dan membinasakanmu !
Binasakan oleh duka cita, cinta ?
Tidakkah itu menyenangkan,
Seperti nyanyian dan anggur ?
Pusaraku akan bertabur dengan bunga
Di musim-musim paleing dingin,
Generasi lain akan datang untuk mendengar
Angina diatasnya.
Seraya berkata, “ini kubur sang pencipta”
Orang-orang tua akan menceritakan kisahku
Pada permata mereka,
Dan menawarkan berlian yang tak bisa kutebus
Dengan apapun,
Tapi berlian terlalu buram bagi kemurnian cinta
Karena dalam racun cinta yang pahit,



